Selasa, 01 November 2011

RESENSI BLOOD PROMISE

RESENSI BLOOD PROMISE, VAMPIRE ACADEMY

PENULIS : RICHELLE MEAD
Penerjemah: Harisa Permatasari
Penyunting: Lulu Fitri Rahman
Korektor: Mery Riansyah
Penerbit : Fiksi Matahati
SINOPSIS
Serangan Strigoi di Akademi St. Vladimir merupakan peristiwa terburuk yang pernah menimpa sekolah itu dan meninggalkan duka bagi dunia Moroi. Begitu banyak yang tewas. Parahnya lagi, Strigoi membawa pergi beberapa korban… termasuk Dimitri Belikov.

Dimitri lebih rela mati daripada harus berubah menjadi salah satu dari mereka, dan kini Rose terpaksa meninggalkan sahabatnya, Lissa—pewaris Dragomir terakhir yang harus selalu dikawalnya—untuk pergi memburu dan membunuh Dimitri demi menepati janji yang telah diminta Dimitri darinya sejak lama.

Kehidupan Rose Hathaway tidak akan sama lagi. Dengan menempuh segala risiko yang harus dipertaruhkan, dan perjalanan ke dunia yang begitu asing baginya, bisakah Rose menepati janjinya? Sanggupkah dia menghancurkan nyawa orang yang paling dicintainya?

Curhatku
Selesai membaca buku ke empat dari enam buku Vampire Academy ini.
Aku merasa lebih seru membaca Shadow Kiss #buku 3.
Didalam buku ini perasaanku kurang diaduk-aduk. Standart banget walaupun sedikit supries saat tahu bahwa Abe merupakan Ayah Rose.

Sedikit kesel saat Rose tidak beranjak dari Baia untuk membunuh Dimitri. Sepertinya Rose ingin memiliki kehidupan seperti keluarganya Dimitri.
Dan saat mencoba membunuh Dimitri, Rose tampak ragu-ragu. Memang sangat menyakitkan membunuh seseorang yang sangat cintai tetapi itulah yang harus dilakukan.
Aku suka pada bagian saat Rose membunuh Dimitri dan mengatakan 
"aku akan selalu mencintaimu"-hal.481

Di dalam buku ini aku dapat merasakan kenapa Dimitri sangat mencintai keluarganya karena Dimitri dikelilingi oleh wanita-wanita yang tegar tetapi penuh akan kasih sayang buktinya saja Rose sangat jatuh hati terhadap keluarga Dimitri.

Nah, saatnya menceritakan Lisa.
Walaupun sedih dan merasa Rose tak dapat tergantikan Lisa mempunya teman baru bernama Avery Lazar yang merupakan anak dari kepala sekolah baru di St. Valdimir.
Ternyata Avery membawa pengaruh buruk bagi Lisa. Avery terus menerus memberi Lisa alkohol supaya Lisa menjadi gila. Karena suatu permasalahan akhirnya Lisa berpisah dengan Christian.
Dan ternyata Avery merupakan salah satu pengguna Roh, dia ingin Lisa menjadi Shadow Kissnya.
Aku rasa curcol untuk Lissa bisa kalian baca sendiri,ya :)

Tetapi akhir dari ini semua bahwa ada satu cara supaya Dimitri bisa berubah kembali menjadi Dhampir.
Dan yang mengetahui cara itu adalah sepupu dari Victor Dashkov yang dimana Victor tidak ingin memberitahu dimana letak persembunyian sepupunya itu.
Terlebih lagi Rose sudah berjanji akan menyelesaikan sekolahnya sedangkan Dimitri yang masih hidup kali ini akan mendatangi Rose.

Pertanyaanya untuk episode yang akan datang adalah bagaimana kisah ini akan menganduk-aduk perasaanku lagi ? *hihihi ;)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar