Jumat, 04 Juli 2014

Resensi Amore : Sugar

Sang Pelindung


Judul : Sugar 
Penulis : Mi Rae
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 9786020304502
Harga : Rp. 52.000,-

Sinopsis

Friska bekerja sebagai direktur di perusahaan ayahnya, grup raksasa pemegang perusahaan makanan kaleng di Indonesia. Dia mengurus CSR (Corporate Social Responsbility) bidang kesenian; sebagai bentuk apresiasi perusahaan kepada masyarakat. Bertubuh mungil, Friska dikenal ramah dan aktif, sayangnya dia menderita diabetes sejak kecil.
Suatu hari, ketika mengadakan pameran lukisan, Friska pingsan ketika berdesak-desakan keluar dari gedung yang diancam bom. Dia ditolong oleh Bara, polisi gagah dari satuan K-9. Ternyata ancaman bom itu menjadi awal ancaman yang dialami Friska. Sejak saat itu kedekatan Friska dengan Bara dan anjingnya, Bubu, terjalin erat. Namun, kedekatan mereka tidak disetujui keluarga Friska, yang menganggap ia lebih pantas mendapat lelaki yang sederajat dengannya.
Friska dijodohkan dengan putra konglomerat meskipun hatinya tertambat pada Bara. Tapi ketika ancaman maut mengintai Friska, Bara kembali hadir dan tanpa ragu menyelamatkan gadis itu.

Celotehku

Di sini saya suka dengan covernya yang lembut berserta bubu.

Saya mengerti betul perasaan orang yang takut pada anjing padahal anjing itu nggak ngapa-ngapain kita.
Contohnya saja saat saya lagi pergi ke suatu mall yang ternyata lagi mengadakan kontes anjing bla.bla.. *lupa* di dekat kaki saya tetiba sudah ada anjing yang mirip serigala. *Jangan tanya saja namanya apa, saya kagak tahu* Kaget dong dan langsung menghindar untung saja nggak pakai teriak.

Nah, si pemilik aning ini bilang kalau anjing itu nggak bakalan mengigit. Tapi tetap saja saya takut. Padahal saya mau ngelus-ngelus anjing. belum pernah :(

Nah, cerita di novel ini ada anjingnya. Namanya Bubu. dari pola tingkahnya Bubu ini lucu dan melindungi banget. Andai saja saya nggak takut saya pun mau memelihara Bubu. *Itu pun kalau diijinin sama Babah*

Baiklah. kita masuk dalam cerita.

Berhubung saya nggak mau spoiler jadi seadanya aja,ya :D

Ceritanya tentang Friska dari keluarga kaya dan memiliki pekerjaan yang mapan. Sudah beberapa hari dia selalu bermimpi tentang seekor anjing. Nah, suatu hari dia bertemu dengan anjing tersebut tetapi Friska ini tidak sadar bahwa anjing itulah yang ada di dalam mimpinya.

Pertemuan kedua ketika Friska itu hampir pingsan karena terinjak-injak oleh orang-orang yang ingin keluar dari ruang karena ada pengumuman soal bom di dalam ruang tersebut. Itu pun dianggap ilusi oleh Friska.

Dan akhirnya perempuan itu mengetahui nama anjing terserbut dan nama sang pemilik seorang polisi. Karena suatu kejadian yang membuat sang pemilik yang bernama Bara akhirnya dekat dengan perempuan itu dan tibulah benih cinta diantara mereka.

Ketika masa kasmaran terjadi datanglah badai berupa keluurga terlebih sang kakak yang tak menyetujui hubungan tersebut. Sang kakak menganggap bahwa derajat keluarga mereka lebih terpandang dan tidak sesuai dengan polisi itu. Terlebih Friska itu akan dijodohkan kepada pria yang lebih terpandang. *Lagi-lagi permainan kasta yang tak kasat mata*

Hubungan mereka bubar. Friska memilih keluarga daripada pria yang dicintai.

Sampai sini saja saya cerita kisah di dalam novel ini,ya. Kalau di lanjutin bisa-bisa spoiler :D

Nah, itu kisah asmaranya. Saya hanya tidak habis fikir ketika ada demostran yang tetiba kalap dan ingin memukul wanita. Bagi saya itu terlalu mengerikan terlebih lagi melakukan tindak kejahatan terhadap seekor binatang.

Lagi-lagi subjektif. Saya tidak suka banyaknya isu bom dan kekerasan di novel ini. Pilu hati saya. *Hiks* *Iya, saya drama*

Bagi saya yang tidak masuk di dalam logika saya yaitu seorang pelukis yang sangat ditentang pemerintah bahkan sampai mengirim bom ketika pameran lukisan si pelukis itu diselenggarakan. Bahkan sampai membuat pelukis itu tidak tinggal di tanah air. Tetapi itu pendapat saya pribadi.

Yang saya suka di sini selain Bubu, adalah penggambaran Friska terhadap karya seni lukis. penggabarannya terasa nyata bahkan saya sendiri bisa membayakan seperti apa lukisan yang sedang ditatap oleh Friska.


2 Bintang dari 5 bintang.

 
Cukup Sekian.
Terima Kasih.
;)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar